Photo: iStock.

Sebanyak delapan orang telah ditangkap di Indonesia dalam apa yang digambarkan polisi sebagai operasi pembongkaran “perdagangan manusia terbesar” yang pernah mereka dapati.

Menurut Reuters, empat sindikat, yang menjadi target dari operasi yang dimaksud, telah mengirim korban perdagangan manusia ke Syria, Turki, Arab Saudi dan Maroko, dengan setidaknya sebanyak 1.200 korban yang telah terpikat oleh janji-janji pekerjaan dengan gaji tinggi sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri sejak 2014.

Juru bicara Polri Dedi Prasetyo berkata melalui halaman Twitter resmi Kepolisian RI bahwa jumlah korban yang ada menjadikan kasus tersebut yang terbesar yang pernah terbongkar oleh pihak berwenang. Sementara dia tidak mengungkapkan secara khusus jenis kelamin para korban, WNI yang pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga rata-rata adalah perempuan.

Media setempat melaporkan bahwa para tersangka telah ditangkap pada bulan Maret dan sedang diproses untuk dipidana berdasarkan UU Perdagangan Manusia yang dapat menjatuhi mereka hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sekalipun ada begitu banyak laporan mengenai penganiayaan dan kondisi hidup yang tidak baik diluar negeri, banyak perempuan di Indonesia yang pergi ke Hong Kong, Singapura dan Taiwan setiap tahun nya untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Namun, setelah masuknya serangkaian kasus penganiayaan dalam berita utama berbagai media di Indonesia, pada tahun 2015 Indonesia sempat mengeluarkan larangan bagi para perempuan untuk tidak pergi ke 21 negara di Timur Tengah.

Anis Hidayah dari kelompok non-profit Migrant Care berkata bahwa penangkapan terbaru tersebut merupakan sebuah langkah maju namun masih banyak yang perlu dilakukan dalam hal ini. Setidaknya dia berharap penangkapan terbaru itu dapat mencegah lebih banyak lagi kasus perdagangan manusia di kemudian hari.

Original: Human trafficking syndicates busted

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *