The Sha Tin Magistrates' Courts. Photo: Google Maps

Empat orang wanita Indonesia dan dua majikan lokal dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan di Hong Kong pada hari Kamis dan Jumat setelah mereka tertangkap dalam penggerebekan yang dilakukan oleh petugas imigrasi Hong Kong.

Dua wanita Indonesia berusia 38 dan 39 tahun ditahan saat ditemukan sedang bekerja di sebuah dapur rumah makan di Jordan, Kowloon pada tanggal 27 Juni. Keduanya adalah pencari suaka, menurut sebuah situs pemerintah.

Dalam penggerebekan yang lainnya di hari yang sama, petugas menangkap dua wanita Indonesia berusia 36 dan 41 tahun yang sedang melayani tamu dan mencuci piring di sebuah restoran di Yuen Long, New Territories. Yang seorang adalah pencari suaka, sementara seorang lainnya adalah seorang pembantu rumah tangga yang sudah tinggal di Hong Kong melampaui batas masa ijin tinggalnya.

Ketiga pencari suaka yang dimaksud mengaku bersalah di pengadilan Shatin dan Tuen Mun dan dijatuhi hukuman 15-16 bulan penjara.

Pembantu yang sudah habis visanya menerima satu tuntutan telah melanggar ijin tinggal di Hong Kong dengan bekerja secara ilegal, satu tuntutan tinggal di Hong Kong melampaui batas masa ijin tinggalnya, serta satu tuntutan telah menggunakan kartu identitas Hong Kong kepunyaan orang lain, dengan jumlah total hukuman penjara selama 15 bulan.

Sementara itu, dalam kasus yang berbeda, dua majikan lokal telah dipenjara, masing-masing selama tiga bulan dan enam minggu, setelah didakwa atas tuduhan mempekerjakan pegawai secara ilegal – yang seorang mempekerjakan dua pekerja ilegal asal Vietnam di sebuah rumah makan di Tsuen Wan November lalu, sementara yang lainnya mempekerjakan seorang pekerja ilegal asal Bangladesh di sebuah terminal kontainer di Kwai Chung pada bulan Februari.

Original: Illegal workers and their employers jailed after raids