Mong Kok, Kowloon. Photo: iStock Photo

Seorang wanita Nepal muda akan pergi ke Jenewa pada bulan Agustus untuk menghadiri sebuah diskusi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Penghentian Diskriminasi Ras, dengan harapan untuk menjadikan hal tersebut kenyataan bagi etnis minoritas di Hong Kong.

Wanita Nepal yang bernama Suskihanna dan berusia 22 tahun tersebut ada seorang lulusan Universitas Hong Kong yang akan menjadi salah satu perwakilan dari kelompok Hong Kong Unison yang akan menghadiri diskusi di Jenewa dengan tujuan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan dan diskriminasi yang dihadapi etnis minoritas di kota Hong Kong, Apple Daily melaporkan.

Suskihanna berkata kedua orang tuanya menhendaki dirinya untuk berbahasa Tionghoa semenjak dia masih kecil karena mereka percaya bahasa merupakan sesuatu yang penting apabila mereka ingin tetap tinggal di kota tersebut. Namun kebanyakan sekolah lokal tidak menerimanya sehingga dia pun harus bersekolah di sebuah sekolah untuk murid-murid non-Tionghoa.

Namun demikian silabus bahasa Tionghoa yang disediakan sekolah-sekolah non-Tionghoa terbilang terlalu mudah dan dia pun mendapatinya tidak berguna dalam meningkatkan kemampuannya berbahasa Tionghoa.

Suskihanna berkata sekalipun sekarang dia merupakan seorang lulusan sebuah universitas, kemampuan bahasa Tionghoa nya masih berada di tingkat sekolah dasar dan masih tidak memenuhi persyaratan kebanyakan perusahaan lokal.

Dalam beberapa tahun dia pun menemukan adanya kekurangan kesempatan, serta kurangnya dana dari pemerintah untuk menolong etnis minoritas di Hong Kong, khususnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Tionghoa.

Selain itu, dia menegaskan bahwa kebanyakan warga Hong Kong mengira bahwa etnis minoritas kurang berpendidikan dan jika anda tidak terlalu baik dalam berbahasa Tionghoa, maka anda tidak sepenuhnya diterima masyarakat.

Suskihanna hendak menceritakan kisahnya di Jenewa dan menjelaskan mengenai berbagai kesulitan yang dihadapi oleh etnis minoritas di Hong Kong.

Dia berharap dengan menyampaikan aspirasinya dalam diskusi tersebut, pemerintah Hong Kong akan meningkatkan bantuan mereka dibawah tekanan dunia internasional. Dia juga ingin agar kurikulum bahasa Tionghoa sebagai bahasa kedua juga diberlakukan untuk seluruh sekolah sehingga pada akhirnya ini diharapkan dapat menghilangkan diskriminasi terhadap etnis minoritas dalam masyarakat di kota tersebut.

Original: HK govt urged to help ethnic minority youths learn Chinese

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.