Chang-Hua Hospital, Taiwan. Photo: Google Maps

Seorang pekerja migran Indonesia berusia 31 tahun telah didiagnosa terkena penyakit ensefalitis Jepang, sebuah peradangan akut pada otak, di Changhua, Taiwan.

Pada tanggal 8 Juni, pekerja pria tersebut dilarikan ke sebuah rumah sakit di Wilayah Yunlin. Dia menunjukkan gejala meriang, keadaan mental yang terganggu, radang paru-paru, serta tidak sadarkan diri beberapa kali, The Liberty Times melaporkan.

Pada tanggal 10 Juni, dia dideteksi mengidap penyakit ensefalitis Jepang dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Chang-Hua untuk pemeriksaan lebih lanjut. Disana, dia dilaporkan telah kembali sadar.

Wang Hsiao-Chi, kepala bagian penanganan penyakit dari Departemen Kesehatan Pemerintah Wilayah Changhua, mengatakan bahwa pria tersebut tidak memiliki sejarah dengan penyakit yang dimaksud, dan dia juga tidak memiliki sejarah perjalanan dalam beberapa waktu belakangan ini, yang artinya pria tersebut kemungkinan terjangkit penyakit itu di daerah tempat kerjanya di kota Xizhou, yang memiliki dua peternakan babi.

Petugas mengerti bahwa lingkungan tersebut menujukkan adanya aktifitas perkembangbiakan yang ringan dari jenis utama nyamuk yang dikenal menyebarkan penyakit ini, dan untuk itu sebanyak 467 orang yang berusia 50 tahun keatas telah diberikan vaksin gratis untuk mencegah terkena penyakit yang sama.

Original: Migrant worker diagnosed with Japanese encephalitis in Taiwan