(Inset) Junius Ho Mong Kok, Kowloon Photo: iStock, wikimedia commons

Seorang anggota legislatif Hong Kong telah membuat kegaduhan dengan menganjurkan kepada pemerintah untuk memberikan sebanyak-banyaknya 10.000 pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga kepada etnis minoritas di kota itu, daripada memasukkan pekerja dari luar negeri.

Junius Ho Kwan-Yiu, seorang anggota legislatif yang pro-Beijing – mengajukan anjurannya dalam sebuah pertemuan legislatif yang membicarakan hak-hak etnis minoritas di Hong Kong pada hari Senin, situs berita thestandnews.com melaporkan. Ho menganjurkan sekitar 5.000 – 10.000 pekerjaan disiapkan untuk pembantu rumah tangga.

Etnis minoritas ini akan dibayar sebanyak 110 persen dari gaji minimum pembantu di Hong Kong saat ini, yaitu sebesar HK$34,50 (US$4,40) per jam nya, dan tidak perlu tinggal bersama dengan majikan. Apabila mereka bekerja 22 hari sebulan, pembantu tersebut dapat menghasilkan gaji sebesar HK$7.000 (US$892) per bulan.

Ho mengatakan bahwa Hong Kong telah bersandar pada perekrutan pekerja migran dari Filipina dan Indonesia karena tidak ada kelompok masyarakat lain yang tersedia di masa lalu untuk posisi sebagai pekerja rumah tangga. Namun, sekarang telah ada masyarakat etnis minoritas di Hong Kong yang mencari pekerjaan dan perlu mendapatkan prioritas.

Para pemimpin komunitas etnis minoritas yang menghadiri pertemuan tersebut ternyata tidak terkesan dengan komentar Ho. Pebisnis Abdull Ghafar Khan mengatakan dia sangat marah dengan anjuran tersebut, yang menurutnya mempermalukan penduduk non-Tionghoa di Hong Kong.

Khan menuduh Ho sedang mencoba untuk memisahkan masyarakat Hong Kong dalam dua kelompok – Tionghoa dan penduduk lainnya – dan dia merasa tidak perlu diadakannya pengkhususan pekerjaan apapun bagi penduduk non-Tionghoa di Hong Kong. Dia menambahkan bahwa saat ini juga sudah memungkinkan bagi siapapun penduduk Hong Kong untuk menjadi seorang pembantu rumah tangga.

Ho pun meminta maaf dan kemudian menjelaskan bahwa anjurannya hanyalah merupakan sebuah ukuran jangka pendek untuk mengatasi kesulitan mencari pekerjaan yang dihadapi oleh beberapa etnis minoritas Hong Kong.

Sementara itu, Pemerintah Hong Kong telah meyediakan sebesar HK$500 juta (US$63,7 juta) sebagai dana untuk meningkatkan dukungan bagi etnis minoritas di kota tersebut.

Original: Lawmaker suggests ethnic groups should be given maids’ jobs