Jurong East in Singapore. Photo: Google Maps

Pemandangan sebuah tempat peminjaman uang di Jurong Timur yang dipenuhi dengan lebih dari 50 pekerja rumah tangga asing pada beberapa hari Minggu belakangan ini telah menarik perhatian dan membuat publik cemas akan bahaya para PRT asing menjadi bermasalah dalam hal pinjaman uang dan pengeluaran yang berlebihan.

Harian Berita Shin Min melaporkan pada tanggal 8 April ada sekitar 20 wanita asing di dalam tempat peminjaman uang yang di maksud dan sekitar 30 lainnya mengantri di koridor, yang kebanyakan diperkirakan sebagai PRT asing yang bekerja di Singapura.

Beberapa pemilik toko yang ada disekitarnya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa kantor peminjaman uang yang bersangkutan buka pada pkl. 11 pagi namun orang-orang biasanya mulai mengantri sejak pkl. 9 pagi. Diperkirakan sekitar 100 PRT telah mendatangi kantor peminjaman uang tersebut dalam beberapa hari Minggu belakangan ini, dan mereka bahkan membawa makan siang sambil berpiknik di jalanan-jalanan sekitar kantor tersebut.

Seorang ibu rumah tangga berusia 50 tahun dan bermarga Ng mengatakan bahwa pemandangan tersebut sangat mencemaskan karena seharusnya orang-orang tidak didorong memiliki kebiasaan meminjam uang. Saat peminjam tidak dapat membayar pinjamannya, mereka dapat melakukan tindakan melanggar hukum dan ini dapat menciptakan berbagai macam masalah sosial.

Seorang warga negara Filipin berusia 39 tahun, yang telah bekerja di Singapura selama empat tahun, mengatakan bahwa dia berada di tempat peminjaman tersebut untuk pertama kalinya dan hanya karena keluarganya di kampung halaman berada dalam keadaan darurat. Dia berencana untuk meminjam sebesar S$1,000 dan membayarnya dengan cicilan.

Seseorang asal Filipin lainnya yang berusia 39 tahun sedang mengantar seorang teman yang hendak mengambil pinjaman untuk keluarganya yang membutuhkan biaya renovasi rumah yang cukup mahal.

Pegawai di kantor peminjaman tersebut menolak untuk memberikan komentar dengan alasan terlalu sibuk.

Peter Tan, kepala Asosiasi Pemberi Pinjaman Keuangan Singapura, mengatakan bahwa tempat pinjaman keuangan hanya dapat memungut bunga pinjaman bulanan maksimal 4%, disertai dengan biaya layanan sekali bayar paling besar 10%.

Dia mengatakan bahwa adalah sesuatu yang dapat dimengerti apabila seorang pekerja rumah tangga asing mencari pinjaman saat mereka mengalami masalah keuangan yang bersifat sementara, apalagi saat mereka harus membayar uang sekolah anak-anaknya, membayar biaya renovasi rumah, atau dalam keadaan darurat lainnya.

Bukanlah sebuah masalah selama mereka memiliki perencanaan yang baik dan membayar pinjaman mereka sebelum tanggal jatuh tempo, demikian dalihnya.

Original: Concern over dozens of maids queuing for moneylender