An experimental theater performance will feature Indonesian migrant workers. Photo: YouTube, Macao Arts Festival

Sebuah pertunjukkan teater yang melibatkan beberapa pekerja migran Indonesia di Makau akan dilaksanakan dalam acara Festival Kesenian Makau ke-29 awal bulan depan dan para PMI yang terlibat sebagai pemeran tersebut pun berharap lewat pertunjukkan ini, warga lokal dapat memiliki pengertian dan pemahaman yang lebih baik mengenai para pekerja migran serta kehidupan mereka di kota tersebut.

Salah satu pemeran yang bernama Amamal Chusna, yang telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Makau selama 18 tahun, mengatakan bahwa dia sangat menikmati keterlibatannya didalam proyek teater tersebut oleh karena dia dapat menceritakan kehidupan pekerja migran Indonesia lewat tarian, musik dan puisi, Jornal Cheng Pou melaporkan.

Amamal, yang berusia 40 tahun, juga mengatakan bahwa dia pernah bekerja di Hong Kong namun dia lebih menyukai Makau dan sekarang dia menyebut Makau sebagai rumah ke-dua nya.

Sebelum pindah ke Makau dia mengira bahwa bekas wilayah administrasi negara Portugal tersebut pastinya memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi mengingat keberadaan kasino yang begitu banyak. Namun dia akhirnya mendapati Makau seperti kampung halamannya di Indonesia, sebuah tempat tinggal yang sangat nyaman dan jauh dari semua hiruk-pikuk yang ditemui di Hong Kong.

Seorang pemeran lain bernama Gina Aweed, yang berusia 45 tahun, adalah seorang ibu dua anak yang telah bekerja di Makau selama 10 tahun. Dia mengatakan bahwa dia sangat senang dapat mengambil bagian didalam pertunjukkan tersebut dan dia sangat menikmati waktu yang dimilikinya bersama teman-teman pekerja migran Indonesia lainnya yang juga terlibat didalam pertunjukkan yang bertajuk Migration itu.

Sebelum menjadi pembantu rumah tangga di Makau, Gina bekerja di Indonesia sebagai pembuat pakaian, namun usaha konveksi pakaiannya berantakan saat daerah tempat usahanya mengalami kebanjiran besar.

Dengan kerusakan mesin-mesin dan bahan-bahan usaha dalam jumlah yang cukup besar, usaha keluarga ini pun akhirnya harus terhenti, meninggalkan Gina dan keluarganya dengan hutang usaha yang cukup besar yang saat itu belum terlunasi semuanya.

Dia pun memutuskan untuk menjadi seorang pembantu rumah tangga di luar negri untuk membayar hutang yang dimilikinya.

Saat ini, Gina telah bebas dari hutang namun dia masih ingin melanjutkan pekerjaannya di Macau untuk dua tahun lagi agar dia dapat menyimpan uang sebagai modal usaha saat dia kembali ke kampung halamannya.

Gina juga mengatakan dia sangat menyukai Macau dan menurutnya, hampir semua warga lokal sangat baik.

Migration, yang didalam Bahasa Indonesia berarti Migrasi, diproduksi oleh Teater Eksperimen Makau, dan akan digelar pada tanggal 5 dan 6 Mei sebagai bagian dari Festival Kesenian Makau ke-29.

Original: Indonesian maids perform to show migrant workers’ life