The border between Malaysia and Indonesia. Photo: Google Maps

Seorang wanita Malaysia keturunan Tionghoa berusia 37 tahun asal Kuching, Sarawak ditahan oleh pihak berwajib di Indonesia selama lebih dari dua bulan setelah ia diduga memasuki wilayah Indonesia secara ilegal .

Pihak keluarga baru mengetahui mengenai keberadaan wanita itu Kamis lalu dan dua hari kemudian mereka pun meminta bantuan dari Wilfred Yap, kepala biro keluhan masyarakat SUPP (SPCB), China Press melaporkan.

Wanita itu diketahui sebelumnya bekerja di Papua Nugini, dan ketika ia kembali ke Malaysia, paspor nya disita oleh pihak imigrasi. Kabarnya dia kemudian hendak pergi ke Tiongkok dan dia mengenal seorang pria Indonesia yang menjanjikannya untuk mendapatkan sebuah paspor Indonesia yang sah baginya sehingga ia dapat melakukan perjalanan ke Tiongkok.

Pada bulan Januari wanita tersebut pergi menemui sang pria Indonesia, yang kemudian membawanya ke Serikin, sebuah kota kecil di perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, dimana wanita tersebut akhirnya ditahan karena memasuki wilayah negara Indonesia secara ilegal. Keluarganya kemudian menerima telpon dari orang yang tidak dikenal yang meminta uang tebusan. Pihak keluarga mengirimkan uang namun tidak mendengar lagi kabar tentang sang wanita.

Wilfred Yap berkata dia akan mengajukan permohonan kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk bantuan, meminta agar warga negara Malaysia yang ditahan tersebut diperlakukan secara manusiawi. Penting juga untuk mengetahui pelanggaran apa yang secara khusus menjadi dakwaan atas wanita tersebut dan apakah dia telah dibawa ke pengadilan.

Yap juga mengingatkan kepada masyarakat umum untuk terus waspada dan tidak sembarangan percaya kepada orang lain, serta tidak mengambil risiko menyebrangi perbatasan negara secara ilegal apapun alasan nya.

Original: Woman held two months for illegal entry in Indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *