Zhuhai, China. Photo: iStock.

Pekerja migran sekarang bersedia tinggal di dataran Tiongkok sampai lewat batas waktu ijin tinggal mereka demi pekerjaan yang memberikan mereka gaji lebih tinggi dibandingkan di Makau.

Tidak adanya upah minimum yang tetap disertai dengan tingginya biaya hidup di Makau membuat banyak pekerja rumah tangga asing yang memutuskan untuk bekerja di dataran Tiongkok, yang kabarnya menawarkan gaji lebih tinggi, sekalipun mereka harus tinggal disana secara ilegal, Macau Daily Times melaporkan.

Di Tiongkok, pekerja rumah tangga yang fasih berbahasa Inggris sangat dicari-cari oleh para majikan yang menghendaki anak mereka belajar bahasa asing.

Pekerja migran seperti ini dapat mengambil visa jenis “144”, yang mengijinkan pemegang visa mengunjungi Zhuhai dan kembali ke Makau dalam hari yang sama, hanya dengan biaya 35 pataca (US$4). Namun jenis visa yang dimaksud mengharuskan pengunjung berpergian dalam kelompok dengan jumlah anggota paling sedikit tiga orang.

Beberapa diantara orang-orang ini memakasi visa yang dimaksud untuk masuk ke Zhuhai namun tidka kembali lagi, kebanyakan dari mereka mencari pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga disana, dimana mereka dikabarkan dapat menghasilkan 5.000-6.500 yuan (US$745-969) per bulan nya, lebih tinggi dari yang mereka bisa dapatkan di Makau dan bahkan di Hong Kong, dimana upah minimum pekerja rumah tangga saat ini adalah sekitar US$577. Selain itu, biaya hidup yang rendah di dataran Tiongkok juga menjadi faktor banyaknya pekerja migran yang pindah kesana.

Selain pekerja rumah tangga, agen-agen tenaga kerja juga dilaporkan menerima banyak keuntungan lewat biaya agensi yang dapat mencapai sekitar 20.000 yuan (US$2.982) setiap kali mereka berhasil mendapatkan seorang pekerja rumah tangga untuk seorang majikan.

Original: Money lures migrants to overstay in China

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *