The office of the Yilan Migrant Fishermen's Union in Taiwan. Photo: Google Maps

Seorang nelayan Indonesia yang pergi ke Taiwan tahun lalu namun menjadi sakit sebulan kemudian telah dipecat oleh majikannya setelah yang bersangkutan didiagnosa memiliki masalah ginjal yang serius. Kondisinya membutuhkan dirinya melalui dialisis sebanyak tiga kali seminggu secara permanen.

Pekerja bernama Martin yang sampai di Taiwan pada 3 Oktober tahun lalu tersebut, dimasukkan ke sebuah rumah sakit setempat setelah jatuh sakit dalam sebuah kapal pada 12 November, menurut Allison Lee dari Serikat Nelayan Migran Yilan (YMFU), Taiwan Apple Daily melaporkan.

Karent keterbatasan bahasa, pekerja tersebut hanya mengetahui kondisinya ketika hendak dipulangkan, namun sebelumnya tidak diberitahukan bahwa dirinya mengidap uremia – sebuah penyakit ginjal kronis yang cukup serius, disertai dengan gagal ginjal akut.

Lee, yang mengunjungi pria tersebut pada 23 November, terkejut saat mendapati bahwa yang bersangkutan telah dijemput oleh seorang agen tenaga kerja keesokan harinya dan dipulangkan pada hari yang ketiga. Kabarnya nelayan itu hanya dibayar NT$1.089 (US$35) sebagai ganti rugi.

Lee pun mengajukan keluhan kepada Kementerian Tenaga Kerja Taiwan melalui kantor cabang di Yilan, serta kepada Departemen Imigrasi, mengatakan bahwa seorang pekerja yang sakit telah diberhentikan dengan cara yang tidak baik dan telah dipulangkan.

Namun balasan resmi yang diterimanya mengatakan bahwa klaim Lee tidak berlaku karena kasus tersebut telah ditangani sesuai dengan hukum yang ada, dan bahwa pekerja yang dimaksud ditemukan telah memberikan persetujuan secara tertulis bahwa dirinya secara sukarela menerima diberhentikan dan dipulangkan.

Pemerintah juga mengatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan yang perlu apabila agen yang dimaksud ditemukan telah melanggar peraturan yang ada di Taiwan.

Namun Lee berkata bahwa kantor kementerian tenaga kerja di Yilan bekerja dengan lamban dan gagal melindungi dengan secepatnya seorang pekerja migran yang rentan.

Original: Sick fisherman sacked, sent back to Indonesia

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *