Domestic workers in Mong Kok, Kowloon. Photo: Asia Times

Seorang pengacara telah menghimbau para pekerja rumah tangga di Hong Kong untuk memastikan hak mereka mendapatkan satu hari libur penuh selama 24 jam dalam satu minggu. Dia menambahkan bahwa majikan dapat dikenakan denda maksimum sebesar HK$50.000 (US$6.370) apabila mereka tidak memberikan hari libur tersebut.

Berbicara dalam sebuah forum di Konsulat-Jenderal Filipina pada 24 Maret, pengacara Hong Kong Louise Le Pla berkata pekerja rumah tangga yang tidak diberikan hari libur penuh harus berbicara kepada majikan mereka terlebih dahulu untuk melihat apakah situasi tersebut dapat diperbaiki, hongkongnews.com.hk melaporkan.

“Satu hari libur itu adalah selama 24 jam penuh. Jadi, jika bos anda meminta anda untuk membawa jalan-jalan anjing peliharaan mereka sebelum anda dapat bertemu dengan teman-teman pada hari Minggu, itu tidak diijinkan. Itu ilegal,” demikian ungkap Le Pla, yang menambahkan: “Jika bos anda memberitahukan kepada anda bahwa anda harus sampai kembali di rumah pada pukul 8 malam sehingga anda dapat membawa anak-anak mereka tidur pada hari Minggu, itu tidak benar.”

Dia menganjurkan para pekerja rumah tangga untuk berbicara kepada majikan mereka terlebih dahulu mengenai masalah hari libur yang dimaksud. Apabila situasinya tidak membaik, mereka dapat meminta bantuan berbagai organisasi pekerja yang ada atau menghubungi pihak konsulat.

Le Pla berkata dia mengerti kecemasan para pekerja akan kemungkinan diberhentikannya mereka oleh majikan apabila mereka mengeluh, namun dia mengingatkan bahwa pengadilan tenaga kerja di Hong Kong juga telah “menegakkan” hak-hak pekerja.

Original: Employers face fine if no rest day for workers

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *