Trawling is an outlawed form of fishing in Indonesia. Photo: iStock.

Enam kapal memancing ikan asing yang kedapatan memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa ijin yang sah, telah ditahan oleh pihak berwenang setempat pada hari Selasa.

Dua kapal patroli milik Kementerian Urusan Kelautan menangkap dua kapal memancing ikan asal Malaysia di daerah Selat Malaka dan empat kapal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara pada 9 April, The Jakarta Post melaporkan.

Agus Suherman, seorang pejabat dari kementerian yang dimaksud, berkata lebih dari 30 anggota kru dari kapal-kapal yang ditangkap telah ditahan karena tidak memiliki dokumen sah mengenai keberadaan mereka di wilayah perairan Indonesia.

Mereka juga tertangkap menggunakan pukat memancing ikan, yang telah dilarang penggunaan nya di seluruh wilayah Indonesia.

Kapal-kapal yang berasal dari Vietnam ditangkap sekitar pukul 8 pagi oleh kapal KP Hiu 011, yang dipimpin oleh Kapten Samson. Sekitar 24 anggota kru asal Vietnam dari kapal-kapal tersebut pun ditangkap dan dibawa ke kantor departemen kelautan di Pontianak, Kalimantan Barat untuk diproses secara hukum.

Sementara itu, dua kapal Malaysia yang dimaksud ditangkap di Selat Malaka pada sekitar pukul 3 sore di hari yang sama, dengan sembilan orang anggota kru ditahan, oleh kapal KM HIS Macan Tutul 002, dibawah pimpinan Kapten Ilman Rustam. Kesembilan anggota kru tersebut semuanya merupakan warga negara Myanmar.

Kedua kapal Malaysia beserta para anggota kru yang dimaksud pun dibawa ke kantor departemen kelautan di Batam, Kepulauan Riau.

Semua anggota kru yang tertangkap tersebut terancam hukuman penjara paling lama enam tahun, ditambah dengan denda paling besar 20 milyar rupiah, apabila terbukti bersalah telah melanggar UU di Indonesia terkait memancing ikan secara ilegal.

Original: Six foreign fishing boats detained in Indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *