Abortions are illegal in Indonesia except in special circumstances. Photo: iStock

Lima orang telah ditangkap pada Jumat lalu atas dugaan keterlibatan dalam sebuah klinik aborsi online di Ceper, Klaten, provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan berita The Jakarta Post, Agung Nugroho, bersama sang istri Anisa Puspitasari dan seorang bidan setempat bernama Ariyanti dilaporkan menawarkan layanan aborsi memakai aplikasi LINE dengan menggunakan username Nindira.

Pasangan yang diduga memakai jasa layanan aborsi, Dian Arisa dan Yoga Janu, juga ditangkap.

Petugas kepolisian setempat bernama Aries Andhi berkata mereka menemukan fakta mengenai layanan aborsi tersebut setelah Puspitasari melaporkan kehilangan telepon seluler nya. Polisi memeriksa kasus itu dan menemukan bahwa Arisa lah yang telah mencuri ponsel tersebut.

Sementara pihak berwenang memeriksa data-data yang ada dalam ponsel itu, sebuah percakapan yang menghubungkan dengan layanan yang disediakan oleh klinik aborsi tersebut pun ditemukan.

Nugroho dan Puspitasari mengakui telah mengoperasikan klinik yang dimaksud selama tiga tahun belakangan ini dan setidaknya ada 200 pasien yang telah ditangani, dimana usia kandungan para pasien ini kebanyakan tidak lebih dari tiga bulan.

Nugroho berkata mereka hanya memberikan obat-obatan aborsi seperti Cytotec kepada para pasien yang masih berada dalam tiga bulan pertama dari masa kehamilan mereka. Klinik tersebut kabarnya mengenakan biaya tiga juta rupiah per tablet dan 10 juta rupiah apabila pasien menghendaki seorang bidan untuk melakukan aborsi.

Ariyanti berkata dia hanya terlibat dalam 3 buah operasi aborsi dan dia menyesali perbuatannya. Bidan tersebut menerima bayaran sebesar tiga juta rupiah untuk setiap operasi yang dilakukan.

Di Indonesia, aborsi hanya diijinkan bagi korban pemerkosaan atau dalam kasus-kasus yang mengancam keselamatan sang ibu.

Original: Five arrested over online abortion clinic

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *