Melaka Contingent Police Headquarters, Melaka, Malaysia. Photo: Google Maps


Narkoba dan beberapa imigran gelap ditemukan ketika pihak yang berwajib Malaysia melakukan beberapa penggerebekan bulan ini dalam usaha pemerintah negara tersebut untuk membasmi perdagangan manusia.

Sebuah sindikat perdagangan manusia tertangkap oleh kepolisian Melaka dan sebanyak 17 imigran gelap asal Indonesia serta tiga warga lokal Malaysia ditahan, sementara polisi juga menemukan dalam tiga penggerebekan yang berbeda tersebut narkoba dengan nilai total 519.350 ringgit (US$124.121).

Setelah mendapatkan informasi mengenai sindikat yang dimaksud, polisi Melaka menggerebek beberapa lokasi di tiga daerah, yaitu Pulau Upeh, Batu Berendam dan Malim, China Press melaporkan.

Dari pukul 2:30 siang tanggal 16 November sampai pukul 4:30 pagi tanggal 17 November, polisi menggerebek sebuah tempat di Batu Berendam, dimana dua orang pria Indonesia dan dua orang warga negara Malaysia ditangkap.

Pada saat yang sama di Malim, tujuh pria dan dua wanita asal Indonesia, serta seorang pria lokal ditangkap, dan polisi menemukan sabu-sabu dengan jumlah yang bernilai total 519.350 ringgit dalam sebuah kamar yang disewa oleh sindikat perdagangan manusia yang dimaksud.

Pada tanggal 5 November, enam WNI, termasuk dua orang wanita diantaranya, dicegat dan ditahan oleh polisi di Pulau Upeh disaat mereka mencoba untuk masuk ke Malaysia secara ilegal dengan menggunakan sebuah perahu.

Seluruh tersangka telah ditahan berdasarkan beberapa UU Malaysia mengenai perdagangan manusia, penyelundupan, imigrasi, serta narkoba.

Original: Illegal Indonesians, locals arrested with methamphetamine

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.