Photo by iStock.


Kepolisian Indonesia sedang memburu beberapa tersangka dibelakang sebuah jaringan perdagangan manusia yang diduga menyelundupkan setidaknya 12 wanita dan gadis belia ke dataran Tiongkok, seorang juru bicara kepolisian berkata pada Kamis lalu.

Brigjen Dedi Prasetyo dari Kepolisian Republik Indonesia, berkata empat orang, termasuk diantaranya seorang warga negara Tiongkok, ditangkap pada bulan Juni ketika seorang korban berhasil melarikan diri dari sebuah apartemen di Jakarta yang beroperasi sebagai tempat menahan para wanita yang akan diselundupkan, Benar News melaporkan.

Prasetyo berkata bahwa para tersangka yang telah tertangkap memikat ke-12 wanita yang dimaksud dengan menawarkan pekerjaan sebagai penjaga toko dan pelayan restoran di dataran Tiongkok. Mereka ternyata dijual kepada pria-pria disana sebagai pengantin.

“Beberapa perempuan ini masih dibawah umur,” demikian ungkap jubir tersebut.

Kepolisian Indonesia sekarang sedang bekerja sama dengan Interpol, polisi Tiongkok dan kedutaan Tiongkok di Jakarta untuk mengembalikan wanita-wanita tersebut ke Indonesia.

Sang brigjen juga berkata mereka sedang mencari anggota-anggota lainnya dari sindikat perdagangan manusia tersebut.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selalu mengingatkan kepada warga negara Indonesia untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan palsu.

Minggu lalu, polisi Indonesia menangkap lima orang yang diduga menyelundupkan seorang gadis berusia 16 tahun dari Indonesia ke Malaysia.

Korban dikabarkan dipikat melalui sebuah postingan di Facebook yang menawarkan sebuah pekerjaan di Malaysia yang dapat menghasilkan gaji sebesar tujuh juta rupiah per bulan nya. Gadis tersebut akhirnya mendapati dirinya dipaksa bekerja dalam waktu yang panjang dan hanya diberi makan sekali sehari.

Original: Indonesian police probe scam that lured women to China

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.