Tin Shui Wai in the New Territories. Photo: HK government/Facebook


Seorang pembantu rumah tangga asal Filipina, yang divideokan saat dia sedang dibentak-bentak dan dipermalukan dimuka umum oleh majikannya di sebuah taman di Hong Kong minggu lalu, telah mengajukan surat pengunduran dirinya.

Pada tanggal 14 September, sebuah video berdurasi lima menit yang telah menjadi viral di media sosial menunjukkan sang majikan wanita membentak-bentak dirinya disebuah taman umum karena anak laki-laki sang majikan diberi sebuah kue kering.

Pembantu tersebut berkata dia mencoba untuk menjelaskan kepada majikannya namun sang majikan tidak mau mendengarnya. Dia kemudian pergi ke tempat lain dan menangis namun majikannya mengikuti dia dan terus berteriak-teriak terhadap dirinya.

Rosalyn, seorang ibu berusia 34 tahun dan berasal dari Cebu, datang ke Hong Kong pertama kalinya setahun yang lalu, Majalah Next melaporkan. Dia membayar 50.000 peso (US$926) kepada agen untuk bekerja pada sebuah keluarga yang berjumlah tiga orang di Tin Shui Wai, New Territories.

Rosalyn berkata ketika dia tiba di Hong Kong, dia bekerja di rumah majikan wanitanya di Tin Chung Court pada siang hari dan menjaga seorang anak yang sekarang telah berusia 17 bulan. Dia beristiharat di rumah adik perempuan sang majikan laki-laki dan mendapatkan kamar pribadi untuk tidur.

Perubahan mulai terjadi saat majikannya pindah ke sebuah kompleks perumahan yang tidak jauh dari sana. Rosalyn berkata majikan perempuannya menjadi tidak dapat mengontrol emosinya dan selalu berteriak kepadanya dan menjadi marah setiap kali sang pembantu menyiapkan makanan untuk anak laki-laki majikannya.

Setelah kejadian di taman, Rosalyn memberitahukan kepada majikannya bahwa dia hendak menghentikan kontrak kerjanya. Majikannya kemudian meminta maaf dan berjanji untuk tidak hilang kesabaran lagi. Namun, ternyata dua hari kemudian pembantu tersebut dibentak-bentak kembali.

Rosalyn juga berkata dia harus bekerja selama 17 jam sehari, tidur dalam sebuah gudang dengan beralaskan kardus-kardus saja, ditambah dengan dua kamera yang dipasang di apartemen tersebut untuk memonitornya selama 24 jam sehari.

Dia berkata, sudah cukup dia rasakan semuanya dan dia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya pada Rabu lalu.

“Saya harus melindungi diri saya sendiri karena saya punya anak. Saya sayang dengan diri saya sendiri. Saya tidak mau orang lain merendahkan saya,” demikian ungkap Rosalyn, yang sekarang sedang meminta bantuan dari sebuah organisasi pekerja rumah tangga di Hong Kong.

Kepala Asosiasi Majikan Pembantu Rumah Tangga Asing Hong Kong yang bernama Betty Yung Ma Shan-yee, berkata bahwa majikan seharusnya tidak membentak-bentak pembantu mereka di muka umum.

Seorang majikan perlu menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan menyelesaikannya di rumah, demikian imbuhnya.

Original: Domestic worker resigns after being shouted at by employer

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.