Immigration Department, Putrajaya, Malaysia. Photo: Google Maps

Seorang pria Indonesia berusia 58 tahun, yang diduga menjalankan sebuah jaringan pemalsuan paspor dan ijin bekerja, telah ditangkap oleh pihak yang berwajib Malaysia pada Senin malam di Petaling Jaya.

Unit Intelijen Khusus dari Departemen Imigrasi Malaysia mempelajari bahwa jaringan yang bernama “Wak Jam” tersebut telah beroperasi secara aktif selama lima tahun, menyediakan pekerja migran Indonesia dengan paspor dan ijin kerja palsu yang memiliki kualitas tinggi, surat kabar Malaysia Sin Chew Daily melaporkan.

Setelah dipantau selama satu bulan, pada tanggal 9 Juli pukul 8 malam, petugas pun menggerebek sebuah rumah di Kampung Lindungan dan menahan tersangka. Petugas juga menyita sejumlah dokumen palsu sebagai barang bukti, termasuk diantaranya 11 paspor Indonesia, 38 lembar sobekan halaman biodata paspor Indonesia, serta 11 ijin kerja palsu.

Selain itu, petugas juga menyita beberapa benda lain yang digunakan dalam membuat dokumen palsu, termasuk sejumlah cap palsu imigrasi Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa jaringan tersebut menghasilkan sekitar 50.000 ringgit (US$12.396) per bulannya, dengan memungut bayaran sekitar 50 ringgit (US$12,4) per cap imigrasi palsu, atau sekitar 100-200 ringgit untuk melakukan perubah pada sebuah paspor.

Original: Indonesian man arrested for forging passports, work permits