Taipei, Taiwan. Photo: Wikimedia Commons

Pekerja migran Indonesia di Taiwan sekarang mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keahlian baru dengan adanya sebuah organisasi non-pemerintah yang menawarkan kelas-kelas khusus mengenai bagaimana melanjutkan kehidupan saat mereka kembali ke kamung halaman.

Karen Shu, seorang anggota Organisasi Pekerja Dunia, mengatakan bahwa organisasi tersebut menawarkan kursus-kursus pelatihan melalui “Program Upskill” nya untuk pekerja migran yang berencana untuk segera kembali ke kampung halamannya, The Jakarta Post melaporkan.

“Kami mau mereka untuk membuka usaha dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi keluarga mereka,” demikian ungka Shu.

Organisasi tersebut menawarkan kursus-kursus dalam bidang seperti bahasa Mandarin dan membuat minuman khas Taiwan bubble tea. Seorang PMI bernama Sri Purwati, 34, berkata dia mengambil kelas menata rambut sebagai persiapan untuknya membuka salon kecantikan.

“Saya sudah menabung cukup untuk membuka sebuah salon kecantikan kecil di kampung,” tegasnya.

Purwati, yang telah bekerja di Taipei selama lima tahun sebagai seorang pembantu perawat, sedang berencana untuk segera kembali ke Indonesia.

Ada sekitar 260.000 PMI di Taiwan yang dipekerjakan di berbagai sektor, termasuk rumah tangga, pabrik, pertanian dan kesehatan. Seorang pekerja migran di Taiwan dapat menghasilkan gaji sekitar US$555-750 per bulan nya.

Original: Taiwan NGO helps Indonesian workers learn new skills