Two Chinese women were deported from Malaysia after they danced in front of a mosque. Photo: YouTube

Dua wisatawan wanita asal Tiongkok didenda dan dideportasi dari Malaysia setelah sebuah video yang menunjukkan keduanya menari di depan sebuah masjid menjadi viral di media sosial.

Pada siang hari tanggal 23 Juni, Wan Han, 25, dan Zhang Na, 37, terlihat sedang terlibat dalam pembuatan sebuah video “tarian panas” di depan Masjid Kota Kinabalu di Sabah. Video yang direkam oleh seorang turis lainnya tersebut pun mengundang amarah di kalangan netizen yang beragama Islam, CGTN melaporkan.

Meresponi ini, kepolisian bersama dengan kementerian pariwisata dan imigrasi Malaysia pun melakukan pemeriksaan yang berujung pada ditangkapnya kedua wanita yang bersangkutan tersebut.

Berdasarkan laporan media di Tiongkok, kedua wanita yang merupakan guru tari tersebut hendak memamerkan tarian mereka lewat Douyin, sebuah situs video klip kepunyaan Tiongkok yang serupa dengan YouTube.

Masjid Kota Kinabalu yang dikenal dengan sebutan “Masjid Terapung” pun akhirnya memutuskan untuk menutup tempat ibadah tersebut bagi turis pada tanggal 24 Juni oleh karena kejadian diatas.

Pada tanggal 27 Juni, kedua wanita yang bersangkutan dikenakan denda masing-masing sebesar 25 ringgit (US$6,2) dan dideportasi kembali ke Tiongkok setelah mereka meminta maaf oleh karena telah berkelakuan buruk di muka umum.

Wisatawan tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap umat Muslim, Free Malaysia Today melaporkan, dengan mengutip Assafal Alian, asisten menteri pariwisata, kebudayaan dan lingkungan negara bagian Sabah.

Jamal Sakaran, kepala masjid yang bersangkutan, mengecam tindakan kedua wanita itu sebagai tindakan yang “disesalkan” karena masjid tersebut dengan jelas mencantumkan aturan untuk setiap pengunjung menjaga perilakunya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Kota Kinabalu mengatakan dalam sebuah surat pernyataan bahwa wisatawan dari Tiongkok yang mengunjungi Sabah harus mematuhi hukum dan peraturan yang ada di negara tersebut, menghormati kebiasaan dan tradisi agama setempat, serta mengikuti instruksi dari pemandu wisata.

Original: Chinese tourists deported for dancing in front of mosque