Kowloon, Hong Kong. Photo: Wikimedia Commons

Seorang pria Filipina dikritik karena terus-terusan meminta uang dari istrinya yang bekerja sebagai pembantu di Hong Kong.

Pria yang berinisial SQ tersebut mengatakan bahwa istrinya telah hilang selama setahun dan sudah tidak pernah menjawab teleponnya atau membalas pesan yang dikirimnya. Dia pun mencari bantuan untuk menemukan istrinya melalui Konsulat-Jenderal Filipina di Hong Kong, sunwebhk.com melaporkan.

Namun, SQ mengatakan bahwa konsulat belum juga meresponi email yang dikirimnya. Dia pun memohon bantuan dari seorang pemimpin komunitas Filipina di Hong Kong dan memberikan nama lengkap, nomor telepon dan nomor ID Hong Kong istrinya, serta nama dan alamat majikan sang istri di Kowloon, kepada pemimpin komunitas tersebut.

Istrinya pun berhasil dihubungi dan pemimpin komunitas itu mendapati sang istri ternyata bukan hilang. Pembantu Filipina tersebut berada dalam keadaan aman dan dia pun menjelaskan alasan tidak membalas telepon atau pesan dari suaminya oleh karena menghindar dari sang suami yang terus merongrong minta uang untuk keperluan motornya.

Pembantu itu berkata dahulu biasanya dia mengirim uang sebesar PHP5.000 sampai PHP 20.000 (US$93-374) dalam setiap kiriman, namun tidak pernah cukup dan suaminya terus merongrong untuk minta uang, yang kemudian membuatnya marah. Menurutnya, apabila dia tidak mengirimkan uang, sang suami menjadi marah.

Saat pemimpin komunitas tersebut meneruskan pesan ini kepada SQ, pria Filipina tersebut mengatakan bahwa istrinya berbohong dan menuduhnya tidak menerima telepon dari anak laki-laki serta cucu mereka. SQ berkata istrinya sudah tidak pernah mengirim uang lagi.

Pemimpin komunitas itu pun menasihati SQ untuk lebih mengerti akan sang istri yang telah bekerja di Hong Kong lebih dari 10 tahun, dengan mengatakan bahwa, karena sang anak laki-laki telah bekerja, mereka seharusnya sudah tidak bersandar kepada istrinya lagi.

Original: ‘Missing’ wife was sick of her husband’s demands for money