The pallet factory in Tainan, Taiwan, where the fire occurred. Photo: Google Maps

Sembilan pekerja migran Indonesia yang telah diselamatkan dari sebuah kebakaran yang terjadi pada sebuah pabrik di Tainan, Taiwan pada hari Jumat malam menerima bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan sebuah kelompok amal.

Kebakaran terjadi pada tanggal 13 Juli pukul 9 malam di sebuah pabrik palet, Liberty Times melaporkan. Dengan adanya kayu dan bahan kimia yang mudah terbakar di daerah pabrik tersebut, kebakaran pun menjalar sampai seluas 55 meter persegi dan baru bisa dipadamkan sekitar tengah malam.

Lebih dari 50 anggota dan 24 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Seorang anggota pemadam kebakaran menderita kelelahan karena panas saat dalam operasi penyelamatan.

Sebanyak 25 pekerja pabrik, sembilan diantaranya berasal dari Indonesia, diselamatkan tanpa terluka apapun, namun mereka kehilangan seluruh kepunyaan mereka, termasuk beberapa barang berharga.

Seorang diantara sembilan warga negara Indonesia ini menyimpan uang tunai sebesar NT$20.000 (US$650) di asramanya, dengan tujuan sebelumnya hendak mengirimkan uang tersebut ke kampung halaman. Uangnya pun terbakar habis. Pada awalnya dia merasa begitu tidak ada harapan, namun akhirnya setelah mendengar suara istri dan anak-anaknya lewat telepon dia pun tetap bahagia karena masih hidup dan dapat mendengar suara keluarganya yang menguatkan dia lewat telepon.

Tidak lama setelah kebakaran tersebut, kantor imigrasi bagian Tainan pun kembali mengeluarkan kartu identitas mereka sebagai pekerja migran di Taiwan dan memberikan masing-masing pekerja tersebut sebuah tas yang berisi bantuan kemanusiaan. Selain itu, sebuah kelompok amal lokal menyediakan tempat tinggal sementara bagi para pekerja tersebut.

Original: Nine Indonesians rescued from workers’ hostel fire in Taiwan

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.