Jakarta, the capital of Indonesia. Photo: Wikimedia Commons

Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menghapus larangan pengiriman pekerja rumah tangga ke Timur Tengah. Dari tahun 2011-2013, Jakarta memberlakukan larangan sementara atas pengiriman pembantu rumah tangga ke Timur Tengah setelah munculnya beberapa laporan mengenai beberapa diantara mereka yang dilecehkan dan dianiaya.

Pada tahun 2015, larangan pengiriman PRT ke 21 negara mulai diberlakukan setelah pemerintah Arab Saudi menghukum mati dua pembantu asal Indonesia, The Jakarta Globe melaporkan. Diantara 21 negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar dan Bahrain – kelimanya memiliki permintaan yang tinggi akan pembantu rumah tangga.

Kepala Agen Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Nurson Wahid mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang mengerjakan sebuah rancangan yang dapat mengijinkan tenaga kerja rumah tangga Indonesia untuk kembali bekerja di Timur Tengah. Sekitar 30,000 pekerja rumah tangga siap dipekerjakan di Timur Tengah apabila larangan yang dimaksud dihapuskan.

Dia menegaskan bahwa hak-hak para pekerja rumah tangga akan dilindugi karena pemerintah Indonesia akan mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh beberapa negara lainnya, seperti yang dilakukan oleh Filipina dengan menandatangani sebuah persetujuan dua belah pihak dengan pemerintah Kuwait untuk melindungi pekerja rumah tangga asal Filipina.

“Jumlah jam bekerja para pembantu sekarang sudah tetap. Mereka tidak akan diminta untuk bekerja lebih dari jumlah jam bekerja maksimum, sama seperti pekerja lainnya,” Wahid berkata, sebelum menambahkan bahwa para pekerja rumah tangga tersebut tidak akan diijinkan untuk tinggal di rumah majikan mereka dengan tujuan untuk menjamin perlindungan atas diri mereka.

“Cara bekerja seperti ini telah diterapkan bagi pekerja migran asal Filipina,” demikian ungkapnya. Pada tahun 2014, ada sekitar 1.5 juta pembantu Indonesia di Arab Saudi.

Sementara itu, ada sekitar satu juta pekerja migran asal Filipina di Arab Saudi, 700,000 di Uni Emirat Arab, 200,000 di Qatar dan 140,000 di Kuwait.

Original: Indonesia to allow maids to work in Middle East again

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.