Pingtung County Government in southern Taiwan. Photo: Google Maps

Seorang pria berusia 67 tahun asal Taiwan bagian selatan telah dipandang sebagai majikan teladan oleh para pejabat daerah Pingtung yang perlu menjadi panutan bagi para majikan lainnya oleh karena perawatan yang selama ini diberikan kepada pembantu Indonesianya yang didiagnosa mengidap kanker payudara empat tahun yang lalu.

Pria bermarga Hsu tersebut mempekerjakan Yuli delapan tahun yang lalu untuk merawat ibunya yang telah lanjut usia, yang saat itu berusia sekitar 80-an, The Liberty Times melaporkan.

Pembantu tersebut memiliki hubungan yang baik dengan keluarga majikannya dan Hsu mengatakan bahwa Yuli adalah seorang pembantu yang sangat baik, yang telah membantu begitu banyak beban pekerjaan rumah tangga yang ada.

Sekitar empat tahun yang lalu, Yuli didiagnosa mengidap kanker dan, tidak seperti kebanyakan majikan yang mengirim pulang pembantu mereka yang sakit oleh karena biaya pengobatan yang mahal yang harus mereka tanggung, Hsu malah mengatakan kepada Yuli bahwa dia telah dianggap sebagai anggota keluarga yang “tidak bisa digantikan”.

Hsu juga mengatakan kepada pembantunya bahwa seluruh pengobatan serta perawatan harian yang dibutuhkannya tersedia di Taiwan.

Majikan pria tersebut kemudian meminta kepada agen tenaga kerja untuk mengirimkan seorang penerjemah untuk menemani Yuli ke rumah sakit untuk setiap sesi kemoterapi setiap minggunya.

Pembantu tersebut akhirnya sembuh dan kembali ke Indonesia pada bulan Maret tahun ini.

Ibu Hsu mengatakan bahwa dia senang kesehatan Yuli dapat pulih kembali, sementara Hsu sendiri dengan rendah hati mengatakan kepada reporter bahwa tindakan kemanusiaannya bukanlah sebuah “pencapaian” yang besar, melainkan hanyalah sebuah kesempatan untuk dia dan keluarganya mengembalikan kebaikan dan dedikasi dari Yuli selama empat tahun merawat ibunya.

Original: Indonesian maid with breast cancer got good care from boss