The Taipei District Prosecutor's Office in Taiwan. Photo: Google Maps

Seorang pria Taiwan yang diduga mempekerjakan pekerja migran ilegal dari Vietnam untuk bekerja di tempat usahanya dan memaksa mereka untuk mengkonsumsi narkoba, serta memukuli mereka telah ditangkap di kota Taipei.

Pria berusia 39 tahun ini, seorang pemilik usaha pelayanan kebersihan tempat-tempat bangunan, ditangkap pada hari Rabu beserta dengan enam orang lainnya. Diduga dia mempekerjakan pekerja migran secara ilegal, memberi gaji rendah, memaksa mereka mengkonsumsi narkoba dan memukuli mereka, menurut laporan berita The United Daily News.

Menurut polisi, untuk memotong rendah biaya usahanya, tersangka hanya mempekerjakan pekerja ilegal, yang kebanyakan diantaranya berasal dari Vietnam dan bersedia menerima gaji serendah NT$800 (US$27) per hari, dibandingkan dengan pekerja dengan ijin resmi yang biasanya menerima gaji sekitar NT$2,000 sampai NT$3,000 per harinya.

Pria tersebut, yang juga mengaku menggunakan narkoba secara pribadi, diduga memaksa para pekerjanya untuk mengkonsumsi amfetamina agar mereka lebih mudah diatur dan bekerja lebih giat. Dia juga dilaporkan sering memukul pekerjanya apabila mereka mengeluh.

Kasus ini baru diketahui setelah seorang pria lain yang memiliki usaha yang serupa melaporkan kepada pihak yang berwajib mengenai kegiatan ilegal didalam usaha tersangka.

Pada tanggal 11 April, petugas imigrasi mendatangi perusahaan tersangka dan menciduk pemilik serta enam orang lainnya. Termasuk diantara orang-orang yang ditangkap adalah seorang partner usaha wanita yang adalah mantan istri tersangka, serta seorang pekerja ilegal asal Vietnam.

Beberapa batang baja yang diduga dipakai untuk memukul para pekerja dan pipa-pipa kaca yang dipakai untuk menghisap narkoba juga disita oleh petugas yang berwajib didalam penggerebekan tersebut.

Petugas yang berwajib mendapati wanita Vietnam yang ditangkap bekerja sebagai penerjemah komunikasi antara pemilik usaha dan karyawan-karyawan ilegal asal Vietnam. Dia mengaku bahwa pria pemilik usaha tersebut pernah memukulinya dan menggoresnya dengan sebuah pisau, serta dia pernah dipaksa untuk berhubungan intim dengan pria tersebut lalu kemudian disuruh melakukan aborsi secara ilegal.

Wanita tersebut kemudian dibawa ke shelter pemerintah untuk perlindungan, sementara pemilik usaha dan yang lainnya ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh kantor kejaksaan Taipei. Tuduhan yang diberikan juga termasuk pencurian, tindakan kekerasan dan perdagangan manusia, serta pelanggaran undang-undang tenaga kerja.

Original: Man held for allegedly hiring, drugging migrant workers

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.