More than a hundred Indonesian illegal migrant workers were rescued on a boat in Singapore. Photo: Riau Islands Provincial Police

Lebih dari 100 orang asal Indonesia yang sedang dalam perjalanan kembali ke tanah air setelah tinggal di Malaysia secara ilegal diselamatkan oleh kepolisian laut Singapura pada hari Kamis saat kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar.

Pagi itu, departemen kelautan dan pelabuhan Singapura menerima laporan adanya kapal bermasalah tersebut di sekitar perairan Singapura, tepatnya di dekat Pulau Pedra Branca, menurut laporan berita The Straits Times.

Dua kapal patroli angkatan laut Singapura serta tiga kapal kepolisian laut Singapura segera di kirim ke daerah tersebut untuk menyelamatkan para penumpang.

Termasuk diantara penumpang adalah empat anak-anak dan 22 orang wanita – dua diantaranya sedang mengandung.

Dipercayai mereka adalah pekerja migran Indonesia yang telah beberapa waktu bekerja secara ilegal di Malaysia sampai beberapa diantaranya pun telah berkeluarga, dan mereka hendak kembali ke Indonesia.

Saat penyelamatan dilakukan empat orang penumpang sempat lompat ke dalam air dan berusaha untuk melarikan diri dengan berenang, namun keempatnya berhasil dibawa kembali kedalam kapal angkatan laut Singapura.

Pada pukul 9 pagi, seluruh penumpang dipindahkan ke kapal kepolisian laut Indonesia dan kemudian dibawa ke Pulau Batam, Indonesia.

Menurut laporan, masing-masing PMI ilegal ini membayar penyelundup sebesar 1,500 ringgit (US$385) untuk menyebrangi perbatasan negara secara ilegal. Namun, menurut salah satu penumpang yang diselamatkan tersebut, kapal mereka kehabisan bahan bakar hanya beberapa jam setelah berangkat.

A boat carrying more than 100 Indonesian illegal immigrants ran out of fuel. Photo: Photo: Riau Islands Provincial Police

Original: Indonesian illegal migrants rescued on boat off Singapore

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.