Amman, Jordan. Photo: Wikimedia Commons

Seorang pekerja migran Indonesia yang telah hilang selama 13 tahun akhirnya berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh petugas kedutaan Indonesia di Amman, Yordania.

Dastin bin Tasja, yang saat ini berusia 30 tahun, pergi ke Yordania pada tahun 2005. Dia diselamatkan setelah kasusnya diberitakan oleh sebuah media lokal di kampung halamannya Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menurut sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan RI.

Menurut Kementrian Ketenagakerjaan, Tasja terbang ke Yordania dan masuk ke negara tersebut dengan menggunakan visa turis. Dia kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk beberapa majikan yang telah diatur oleh sebuah agen tenaga kerja yang pada akhirnya tutup.

Tasja hilang kontak dengan keluarganya di Indonesia setelah dia sampai di Yordania pada saat dia bekerja pada majikan yang berganti-ganti. Selama 13 tahun di Yordania, dia “lupa” bagaimana bicara dalam bahasa Indonesia dan hanya mengerti bahasa Arab.

Suseno Hadi, atase tenaga kerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania, mengatakan bahwa Tasja kemudian dibawa ke sebuah shelter di kota Amman dan segera di repatriasi kembali ke Indonesia saat dia telah menerima gajinya yang belum dibayar kepadanya.

“Dia sangat bahagia karena dia telah hilang kontak dan tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya selama ini,” demikian ungkap Hadi.

Menurut Kementrian Tenaga Kerja Yordania, saat ini ada sekitar 2,805 PMI yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di negara tersebut, namun hanya 505 saja yang bekerja secara legal dengan surat-surat dan ijin yang lengkap.

Original: Indonesian maid missing for 13 years rescued in Jordan