Macau. Photo: iStock

Sebuah pasangan kekasih pria Filipin dan wanita Indonesia pada hari Rabu mengaku bersalah di pengadilan di Macau atas beberapa tuntutan yang berkenaan dengan tindakan mereka membuang bayi yang baru lahir di sebuah pembuangan sampah di kota tersebut.

Pria yang berusia 30 tahun dan bekerja sebagai seorang pelayan restoran tersebut dikenakan sebuah tuntutan pencobaan pembunuhan, sementara kekasihnya yang berusia 25 tahun dan bekerja di restoran yang sama, dikenakan tuntutan oleh karena menelantarkan bayi yang baru dilahirkannya, menurut laporan berita Macau Daily News.

Menurut pengadilan, wanita yang sebelumnya sudah pernah bercerai dari pria lain dan memiliki seorang anak perempuan berusia 6 tahun tersebut, datang ke Macau pada bulan Mei, 2016 dan bekerja di sebuah restoran dimana dia bertemu dengan seorang pria Filipin yang sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan berusia 9 tahun. Satu bulan kemudian, keduanya memulai hubungan sebagai sepasang kekasih.

Pada akhirnya wanita tersebut hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah kamar mandi pada tanggal 25 April, 2017 jam 8 malam. Dia memberitahukan perihal kelahiran anaknya kepada sang kekasih melalui pesan media sosial, dimana sang kekasih kemudian menganjurkan wanita tersebut untuk membunuh bayi tersebut dengan menutup kepalanya dengan bantal.

Namun sang wanita menolaknya dan kemudian dia membungkus bayi tersebut dengan handuk dan membuangnya di sebuah tempat pembuangan sampah di dekat persimpangan jalan Avenida do Dr. Francisco Vieira Machado dan Travessa 10 de Maio. Seorang petugas kebersihan di tempat pembuangan tersebut kemudian mendengar tangisan sang bayi dan mengontak pihak yang berwajib. Bayi tersebut lalu dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan sehat dengan kondisi stabil.

Di pengadilan pada hari Rabu, sang pria mengatakan menyesal dengan apa yang terjadi dan mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana cara menghadapi situasi saat kekasihnya melahirkan sang bayi. Dia menambahkan bahwa dia tidak mengetahui dari awal bahwa kekasihnya tengah mengandung anak dan juga tidak yakin bahwa dia adalah ayah dari sang anak yang dikandung tersebut. Saat dia mendengar bahwa anak laki-laki tersebut telah lahir primatur, dia cemas akan kesehatan sang bayi dan memutuskan untuk menelantarkannya.

Hakim dan jaksa menolak pernyataan pria tersebut karena dia tidak menyebutkan apapun mengenai kecemasannya akan kesehatan sang bayi saat dia berdiskusi mengenai masalah tersebut dengan kekasihnya lewat pesan media sosial. Jaksa mengatakan bahwa sang pria hanya ingin membunuh bayi tersebut. Pria tersebut kembali mengatakan bahwa dia hanya ingin menelantarkan bayi tersebut karena dia tidak mampu untuk merawatnya oleh karena keterbatasan keuangan.

Sementara itu, ibu sang bayi terlihat terganggu dan menangis beberapa kali saat berada di pengadilan. Pengadilan memberitakan bahwa dia tidak ingin melihat bayinya mati, sehingga ia mencari sebuah tempat pembuangan sampah dimana orang-orang yang melewatinya dapat melihat bayi yang kemudian ditinggalkannya di tempat tersebut, dengan harapan ada orang baik yang mendapatkan anaknya dan membesarkannya kemudian.

Pengadilan juga mengatakan bahwa saat sang wanita berada dalam penjara, dia mencoba untuk mengontak departemen sosial untuk mengatur kunjungan untuk melihat bayinya.

Wanita tersebut mengatakan kepada hakim bahwa dia akan membersarkan anaknya bersama-sama dengan mantan suami, yang sudah memaafkannya, dan keluarganya di Indonesia saat masa tahanannya telah selesai.

Pengadilan masih belum memberikan keputusan atas kasus ini.

Original: Filipino-Indonesian lovers plead guilty to dumping baby

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.