Indonesian National Police headquarters in Jakarta. Photo: Google Maps

Pihak yang berwajib di Taiwan telah menerima surat dari kepolisian di Jakarta pada hari Senin yang meminta pendeportasian seorang pria asal Indonesia yang sedang dicari pihak kepolisian atas dasar kejahatan dunia maya, atau juga dikenal sebagai “cybercrime” dalam bahasa Inggris.

Petugas yang berwajib di Indonesia mulai melacak kejahatan dunia maya yang bersangkutan di bulan Februari, dan menangkap empat anggota jaringan dunia maya yang dikenal dengan nama Muslim Cyber Army di Jakarta, Bangka Belitung, Bali dan Jawa Barat oleh karena telah melakukan ujaran kebencian di media sosial dan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Indonesia.

Pria yang dimaksud, diidentifikasi sebagai anggota dari Saracen, sebuah sindikat online yang memiliki afiliasi sangat dekat dengan Muslim Cyber Army, dijadikan tersangka atas tuduhan membuat dan menyebarkan berita palsu dan ujaran kebencian di daerah Jawa dan beberapa daerah lain di Indonesia, menurut Taipei Times.

Oleh karena tidak adanya hubungan diplomatik resmi antara Taiwan dan Indonesia, kedua belah pihak sedang mempelajari bagaimana untuk menindak-lanjuti kasus ini, berdasarkan informasi dari seorang petugas dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia.

Kepala Satuan Tugas Nusantara Polri Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono memberitahukan kepada surat kabar Kompas bahwa sangat penting untuk pria yang bersangkutan dideportasi dari Taiwan sehingga Polri bisa mendapatkan informasi lebih lagi mengenai jaringan kelompok-kelompok yang bersangkutan didalam kasus ini. Namun dia menolak untuk memberi keterangan lengkap mengenai tersangka.

Original: Indonesian police ask Taiwan to deport cybercrime suspect