Domestic workers gather in Central, Hong Kong. Photo: iStock

Hubungan macam apa yang seharusnya seorang majikan miliki dengan pekerja rumah tangganya? Seorang Kolumnis masalah pengasuhan anak asal Hong Kong yang bermarga Pang menuliskan pengalamannya baru-baru ini di Ming Pao Daily dan mengatakan bahwa saling pengertian dapat membuat hubungan tersebut semakin baik, terutama saat pekerja anda sakit.

Seorang pembantu rumah tangga Muslim asal Filipin yang bernama Ate telah bekerja di keluarga Pang kurang dari satu tahun. Sebelum di Hong Kong, dia bekerja pada sebuah keluarga India yang tinggal di rumah besar seluas 465 meter persegi di Malaysia.

Baru-baru ini, beberapa anggota keluarga Pang satu-persatu terjangkit wabah influenza. Anak laki-lakinya sakit cukup serius sehingga perlu dibawa ke rumah sakit.

Disaat ini, Ate akhirnya menyadari keseriusan dari virus flu tersebut dan setuju untuk mendengarkan saran Pang. Dia meninggalkan teh obat tradisional “rahasia”nya dan pergi menemui dokter serta minum obat modern dari sang dokter.

Pang mengatakan saat anaknya telah keluar dari rumah sakit, dia mendapatkan Ate sedang mengisolasi diri di kamar tidurnya karena dokter memerintahkannya untuk tidak menyebarkan virus tersebut, sehingga dia bahkan tidak berani pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri karena dia tidak mau melihat majikannya menjadi sakit kembali.

Pang kemudian menyadari bahwa Ate hanya makan buah-buahan dan roti selama beberapa hari dia dan suaminya tinggal di rumah sakit untuk menjaga anak laki-lakinya. Saat menyadari ini, Pang memutuskan untuk menyiapkan makan malam untuk pembantunya.

Ate sangat tersentuh dan menangis saat dia melihat Pang memasak untuknya.

Bekerja jauh dari kampung halaman dan keluarga, saat seorang pekerja rumah tangga sakit, satu-satunya kenyamanan yang bisa dia dapatkan adalah saat menerima telpon dari kampung halaman. Saat anak-anaknya sendiri yang sakit, tidak mungkin dia dapat merawat mereka, bahkan memeluk mereka saja tidak bisa.

Pang menyarankan para majikan untuk menunjukkan empati kepada pekerja rumah tangga mereka. Saat mereka sakit, suruhlah mereka untuk istirahat yang benar, atau siapkanlah makanan bagi mereka. Dengan begini, hubungan antara majikan dan pekerjanya akan menjadi semakin baik.

Original: Employer-maid relationship improves after sickness