Dubai. Photo: Wikimedia Commons

Enam orang pria asal Bangladesh, yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun lalu atas dasar penculikan dan pemerkosaan terhadap dua orang pekerja rumah tangga, kalah didalam persidangan permohonan banding yang diadakan di sebuah pengadilan di Dubai minggu lalu.

Pada tanggal 14 November 2015, dua pria berhasil memikat dua orang pekerja migran Indonesia untuk meninggalkan pekerjaan mereka untuk tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan, The National melaporkan pada hari Sabtu.

Namun kedua pria tersebut menyekap kedua wanita didalam sebuah apartemen di Al Rashidiya, Dubai. Masing-masing wanita kemudian dijual dengan harga 1,500 dirham (sekitar US$400) kepada empat pria Bangladesh yang memiliki usaha rumah bordil di Kota Internasional Dubai. Kedua wanita diperkosa oleh keempat pria Bangladesh dan dipaksa untuk menjadi pelacur.

Kasus ini terungkap saat salah satu korban jatuh dari sebuah gedung apartemen dan tewas saat mencoba melarikan diri. Polisi menyelamatkan korban yang lain dan menangkap keempat pria Bangladesh beserta dengan dua pria yang telah menyekap kedua korban pada tanggal 14 November 2015.

Tahun lalu, keempat pria Bangladesh dituntut di Pengadilan Negri Dubai atas dasar pemerkosaan kedua wanita WNI tersebut dan mengoperasikan sebuah rumah bordil, sementara dua tersangka lainnya dituntut perkara penculikan yang sebelumnya mereka bantah.

Keenam pria yang berusia antara 25 sampai 44 tahun tersebut pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, yang mana di Uni Emirat Arab pada kenyataannya berarti hukuman penjara selama 25 tahun saja. Tiga diantara keenam tersangka juga didenda masing-masing sebesar 100,000 dirham, menurut laporan berita Gulf News.

Mereka mengajukan banding namun Rabu kemarin pengadilan menolaknya.

Original: Life terms confirmed for six in rape, brothel case in Dubai