Locals watch as an illegal oil well burns in Ranto Peureulak, Aceh Province, Indonesia. Photo: Antara Foto/ Rahmad/via Reuters

Sebanyak 22 orang tewas dan 38 lainnya luka-luka setelah sebuah kebakaran terjadi di sebuah sumur minyak ilegal di Aceh Timur, Indonesia.

Kebakaran mulai terjadi pada Rabu pagi pada sebuah sumur berisi minyak mentah di desa Pasir Putih di wilayah Ranto Peureulak. Sebanyak 38 orang menderita luka bakar yang cukup serius, sementara 22 orang dilaporkan tewas, menurut laporan berita dari The Jakarta Post.

Korban luka bakar saat ini masih menerima pengobatan di beberapa rumah sakit di Aceh dan Medan, Sumatra Utara.

Api dilaporkan melambung sampai setinggi 70 meter dan merusak beberapa rumah serta pohon-pohon yang ada di desa tersebut, Channel News Asia melaporkan.

Jurubicara Kepolisian RI Setyo Wasisto mengatakan beberapa orang sedang menggali sumur tersebut saat tiba-tiba terjadi kebakaran. Didalam pemeriksaan polisi, mereka mempercayai rokok sebagai penyebab kebakaran.

“Banyak orang ditempat itu yang merokok. Dan itu sebuah desa, jadi cukup banyak warga yang berkerumun untuk mengambil minyak dan saat itu keadaannya penuh sesak,” demikian ungkap Wasisto.

Sementara itu, Henny Nurmayanti, seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana di Aceh, mengatakan sebanyak 198 orang telah dievakuasi dari daerah tersebut.

“Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan darurat kepada semua pengungsi,” demikian tegasnya.

Original: 22 killed, dozens burnt in blaze at illegal oil well in Aceh

Asia Times Financial is now live. Linking accurate news, insightful analysis and local knowledge with the ATF China Bond 50 Index, the world's first benchmark cross sector Chinese Bond Indices. Read ATF now.